oleh

Usai “Melengser” Ibu Mertua Dengan Kapak, Tersangka Gantung Diri

-HUKRIM-30 views
Ilustrasi

BOLMONG –  Kabupaten Bolmong saat ini di gemparkan dengan pembunuhan sadis yang dilakukan HW (49) alias Herry. Kejadian tersebut terjadi di Dumoga yang diketahui merupakan warga Desa Kanaan Kecamatan Dumoga tengah. Menurut informasi setelah HW membunuh ibu mertuanya Meike Paruntu (74) dengan menggunakan kapak dan menebas dibagian kepala, sekitar pukul 00.20,dini hari. HW juga nyaris menghabisi nyawa ayah mertuanya Viktor Sumual (76). Setelah melakukan aksinya HW langsung gantung diri hingga tewas.

Kepala Dusun (Kadus) IV Desa Kanaan Kecamatan Dumoga Timur Heri Kapoyos mengungkapkan, pukul 00.20 wita, suami korban Victor mendatangi rumahnya. “Waktu itu dengan tergesa-gesa dia mengatakan istrinya sudah berlumuran darah di tempat tidur,” jelasnya.

Mendengar kabar tersebut, Kapoyos langsung menuju kediaman korban. Sayang setibanya di TKP, korban Meike sudah tak bernyawa. Kepala belakangnya retak, sedangkanrumah dalam kondisi gelap. Tak jauh dari sana, sesosok mayat lelaki juga ditemukan tewas terlilit tali nilon di atap dapur rumahnya. Karena kaget ia langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada Sangadi. Selanjutnya, dilaporkan ke Polsek Dumoga Timur.

Menurut keterangan Victor (suami korban,red), sekira pukul 19.00 wita, dirinya bersama sang istri tidur bersama. Setelah lima jam berselang, dia terbangun dan melihat kepala istrinya telah berkucuran darah. Diceritakannya, kepala sang istri ditebas pelaku menggunakan kapak. “Saya juga dipukul menggunakan tamako (kapak,red) sampai pingsan. Waktu sadar dia (pelaku,red) sudah mati saya langsung melapor ke kepala dusun,” tutur dia.

Sementara itu, warga yang enggan namanya ditulis mengatakan, motif pelaku karena memiliki masalah keluarga. Diungkapkan, istri pelaku sedang bekerja di Tondano. “Dia hanya pulang kalau anaknya yang SMA libur. Tadi malam, itu oma (korban,red) saling telpon dengan anaknya itu (istri pelaku,red) dalam keadaan agak ketakutan. Tapi, waktu ditanya kenapa, oma bilang mereka baik-baik saja di rumah,” ujarnya.

Lanjut dia, korban baru pindah ke sana, Desember lalu. Sebelumnya, dia tinggal di Tonsaru, Tondano, Minahasa. Menariknya, pelaku sempat menulis surat yang diletakan di bawah kapak tersebut dengan tulisan ‘brani selingkuh brani tanggung resiko’. “Mayat sudah di bawah di sana (Tondano,red). Keluarga itu memang kurang bermasyarkat. Itu om (pelaku,red) juga belum lama keluar dari penjara akibat kasus pemukulan,” bebernya.

Kapolsek Dumoga Timur Iptu Nico Tulandi membenarkan peristiwa itu. Bahkan, berdasarkan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi menemukan secarik kertas bertuliskan ‘Brani Bahugel, Brani Tanggung Resiko’.

”Barang bukti sudah diamankan saat olah TKP. Kami masih mendalami motif pelaku bersama penyidik Polres Bolmong,” kata Tulandi.

”Ayah mertua pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit Kotamobagu. Sementara ibu mertua dan pelaku ditemukan sudah tak bernyawa,”. (aar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed