oleh

Pemkot Gelar Workshop Manado Anti Hoax

-MANADO-321 views
(ist)

MANADO- Pemerintah Kota Manado Melalui Dinas Komunikasi dan Informasi Menggelar Workshop Manado Cerdas Anti Hoax, Hotel Grand Puri Manado, Selasa 8-9 Agustus 2017.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibagi dalam dua kelompok peserta, yakni hari pertama untuk Organisasi Pemuda (KNPI dan GAMKI), para Jurnalis dan Anggota Kepolisian. Dan pada hari kedua, untuk para Kepala Sekolah dan Tim Penggerak PKK.

Mewakili Walikota Manado GS Vicky Lumentut Assisten I Bagian Pemerintahan dan Kesra Sekdakot Manado Micler Lackat SH MH yang didampingi Kepala Dinas Kominfo Erwin Kontu SH berkesempatan membuka kegiatan.

Dalam sambutannya Micler Lakat mengatakan, dunia informasi termasuk didalamnya media sosial atau teknologi informasi telah berkembang pesat. Kemajuan teknologi ini menjadi keuntungan bagi masyarakat terutama bagi kaum muda. Namun jika tidak dipergunakan dengan benar tentu berdampak negatif.

“Kemajuan Teknologi yang maju pesat menyebabkan keterbukaan informasi dan derasnya arus berita menyebabkan banyaknya informasi yang bisa diterima setiap saat. Namun jika tidak disaring apakah berita atau informasi tersebut benar atau hanya sekedar berita hoax (bohong) tentu berdampak negatif,” ujar Micler Lakat, Selasa (08/08).

Ditambahkannya, Workshop Anti Hoax ini
memberikan ruang dan waktu kepada setiap insan untuk membedah setiap informasi dan berita yang kita terima sebelum kita meyakini kebenarannya dan selanjutnya ikut menyebarluaskan isi dari konten berita atau informasi ke publik maupun media sosial.

Adapun ditempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Manado, Erwin Kontu mengatakan kegiatan ini sangat berguna sebagai edukasi bagi para peserta dan diharapkan bisa diteruskan ke masyarakat.

“Perkembangan teknologi saat ini memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi, namun alangkah baiknya dilandasi dengan kesadaran tinggi untuk membedakan informasi yg mengandung kebenaran dan berita hoax. Maka diharapkan pemahaman yang benar sebelum berita atau informasi itu disebarluaskan ke publik,” jelas Kontu.

Lanjutnya, semakin berkembangnya konten palsu baik di medsos maupun media elektronik dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat untuk bisa membedakan nilai-nilai informasi yg benar maupun palsu.

”Di kehidupan sehari-hari kita selalu menemukan konten-konten pemberitaan atau informasi palsu baik di medsos bahkan media elektronik, hal itu dikarenakan karena rendahnya pemahaman di masyarakat akan sebab dan akibatnya penyebarluasan info bohong atau berita hoax,” pungkas Kontu.

Perlu diketahui kegiatan di hari pertama ini dihadiri rekan pers, organisasi pemuda KNPI dan GAMKI serta Polri dan turut menghadirkan pembicara dari Kementerian Kominfo Dr Camawi Asmidu MSi, Drs Philip M Regar dari Komisi Informasi, Drs Marhein Tumiwa MPd, Kepala Dinas Kominfo Persandian dan statistik Daerah Provinsi Sulut, Dra Neivy Pelealu MSi Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Kepala Dinas Kominfo Erwin Kontu SH dan Sekretaris Dinas Kominfo Drs Soleman Montori MPd. (vil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed