oleh

Pengelolaan Dandes di Desa Winuri Transparan

< MINUT-- Melalui Nawacita, pemerintah saat ini berkomitmen untuk membangun Indonesia dari pinggiran, diantaranya dengan meningkatkan pembangunan di desa melalui program Dana Desa. Program ini bukan hanya yang pertama di Indonesia, namun juga yang pertama dan terbesar di seluruh dunia. Dana desa ini dialokasikan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa dalam segala aspeknya, sesuai dengan kewenangan yang dimilki. Dana Desa ini dianggarkan setiap tahun dalam APBN yang diberikan pada setiap desa sebagai salah satu sumber pendapatan desa. Kebijakan ini sekaligus mengintegrasikan dan mengoptimalkan seluruh skema pengalokasian anggaran dari Pemerintah pada desa yang selama ini sudah ada. Desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, dalam hal ini sangat hati-hati dan selalu transparan dalam menggunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), ini terlihat dari hasil kerja dalam bidang infrastuktur, pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat yang terlaksana dengan baik. Papan baliho APBDs tahun 2018 desa tersebut begitu terperinci dalam menguraikan item demi item jenis pelaksanaannya. Hukum tua Desa Winuri Shinta Dkasso saat ditemui di Kantornya Kamis (13/9), menjelaskan bahwa transparansi mengunakan dana DD dan ADD harusnya sangat-sangat transparansi. "Kami selalu terbuka dalam pengolahan APBDs ini, jadi siapa saja yang bertanya perihal angaran ini selalu kami uraikan secara terperinci baik itu dalam acara formal ataupun informal di Desa kami, mau periksa data silakan, periksa pekerjaan dilapangan silakan," jelas Shinta. (Irv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed