oleh

Bekerja dan Berdoa Menjadi Motto Hidup Pegawai Sipir Ganteng Ini

MANADO–Bekerja memang menjadi salah satu kebutuhan sekaligus kewajiban kita ketika hidup di dunia. Dengan bekerja, kita bisa mengumpulkan uang yang kita gunakan untuk membeli keperluan kita sekaligus menjaga kelangsungan hidup kita. Hal ini yang dilakukan Pegawai Sipir yang bertugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas 11 B Tomohon. Renaldy Septhian Towoliu namanya.

Pria ganteng kelahiran Manado 18 September 1991 ini telah Delapan Tahun menjadi bagian dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut.

Sudah Tiga kali Aldy sapaan akrabnya berpindah tugas, mulai tahun 2010 pertama menjadi pegawai Sipir dirinya ditempatkan di Lapas Tondano klas II B, lalu dipindahtugaskan di Lapas Ulu Siau klas II B dan terakhir bertugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas 11 B Tomohon.

Semuanya itu dilalui oleh pria yang mempunyai hoby olahraga ini, karena dia memliki motto hidup Bekerja dan Berdoa.

“Yang pasti, sebelum dan sesudah bekerja saya tetap berdoa dan andalkan Tuhan. Tanpa Tuhan saya tidak ada apa-apa,” kata anak dari Pasangan Tommy Towoliu (Alm) dan Asni Patuna yang juga pegawai Sipir.

Hidup dilingkungan keluarga yang notabene adalah pegawai Sipir (Ayah, Ibu, Kaka-pegawai red) tidak membuatnya sombong dan kurang bergaul. Buktinya pria berdara Sangihe ini humbel kepada orang dilingkungan sekitarnya maupun teman semasa kecilnya sebelum dirinya menjadi pegawai Sipir.

“Bergaul sudah menjadi hoby saya, dimana saya ditugaskan di situ saya bergaul. Makanya setiap saya dipindahtugaskan banyak teman yang dekat dengan saya,” terangnya.

Dirinya terus mengucapkan syukur atas berkat yang senantiasi diberikan Tuhan dalam kehidupanya. Pergumulan yang datang selisi berganti, tidak membuat suami dari Briptu Glorita Rondonuwu yang bertugas Polres Tomohon ini menyerah.

“Semenjak ayah saya meninggal pada beberapa bulan lalu, saya merasa hidup saya berhenti disini. Namun saya tau, semua sudah dalam rencana Tuhan. Hidup ini singkat, makanya berbuatlah baik kepada semua orang, entah itu suadara, teman atau siapapun yang ada disekitar anda,” tandas ayah Tesalonika Inri Towoliu ini. (rivo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed