oleh

Penilaan Status Gizi dan Penyuluhan Gizi di SD Negeri Bulude dan SDN Inpres Dame KEC. Siau Timur KAB. Sitaro

Oleh:
Maureen I. Punuh, SKM, MSi
(Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi , Manado)

Gizi merupakan salah satu faktor pencapaian keberhasilan pembangunan kesehatan suatu Negara. Hal ini sangat terkait dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Masalah gizi pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang saat ini dihadapi Indonesia. Status gizi kurang pada anak dipengaruhi oleh faktor langsung yaitu asupan makan yang kurang dan penyakit infeksi yang diderita anak, sedangkan status gizi lebih dipengaruhi faktor langsung asupan makan yang berlebih dan aktivitas fisik yang kurang.

Faktor tidak langsung yaitu keadaan ekonomi, pola asuh yang tidak memadai dan faktor pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang paling berpengaruh yaitu pola makan anak. Anak usia sekolah membutuhkan asupan nutrisi yang baik untuk menunjang kegiatan belajar di sekolah. Karena asupan nutrisi akan mempengaruhi daya kosentrasi dan kecerdasaan anak dalam menerima dan menyerap setiap ilmu yang didapat di sekolah.

Program gizi pada kelompok anak sekolah memiliki dampak luas yaitu pada aspek kesehatan, gizi, pendidikan masa kini yang secara langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dimasa mendatang. Anak sekolah merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Hal ini menjadi penting karena anak sekolah sedang mengalami pertumbuhan secara fisik dan mental yang sangat diperlukan untuk menunjang kehidupannya di masa mendatang.

Anak sekolah memerlukan kondisi tubuh yang optimal dan bugar dengan didukung status gizi yang baik. Anak sekolah dapat menjadi perantara dalam penyuluhan gizi pada keluarga dan masyarakat sekitarnya. Salah satu program terkait pemecahan permasalahan terkait status gizi yaitu dengan melakukan kegiatan penyuluhan melalui media cerita bergambar tentang gizi seimbang.
Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unsrat melakukan kegiatan pengukuran status gizi dan penyuluhan tentang gizi seimbang di 2 Sekolah Dasar di Desa Dame Kec. Siau Timur Kab. Sitaro. Kabupaten Siau Tangulandang Biaro disingkat Sitaro merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sangihe. Kabupaten ini merupakan daerah kepulauan.

Salah satu desa yang terletak cukup dekat dengan ibukota Kecamatan Ulu Siau yaitu Desa Dame. Desa Dame merupakan desa dengan keadaan geografis penggunungan dan pesisir. Terdapat dua sekolah dasar di desa ini yaitu Sekolah Dasar Negeri Bulude dan Sekolah Dasar Negeri Inpres Dame yang menjadi mitra tempat dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan ini merupakan Program yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unsrat yang dilakukan oleh Tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Maureen I. Punuh, SKM, MSi. Tujuan program ini adalah melakukan pengukuran status gizi dan memberi edukasi tentang gizi seimbang pada anak sekolah dasar.

Pengukuran status gizi dilakukan pada 85 Anak SD yang terdiri dari 38 anak SD Negeri Bulude dan 47 anak SDN Inpres Dame. Melalui kegiatan ini diperoleh hasil 82,4% anak memiliki status gizi kategori normal, sebanyak 9,4% anak kategori kurus, sebanyak 7,1% anak kategori status gizi gemuk dan sebanyak 1,1% anak dengan status gizi kategori sangat kurus. Kategori status gizi ini ditentukan dengan menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U). Sesudah pengukuran status gizi dilakukan penyuluhan tentang gizi seimbang dimasing-masing kelas melalui media bergambar.

Gizi seimbang merupakan suatu panduan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari hari dengan prinsip gizi seimbang terdiri dari empat pilar utama yang merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk. Pilar tersebut yaitu mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan. Prinsip gizi seimbang ini divisualisasikan dalam gambar Tumpeng Gizi Seimbang (TGS).

TGS ini merupakan alat yang digunakan untuk mensosialisasikan gizi seimbang pada masyarakat. TGS merupakan pedoman makan untuk sehari. TGS terdiri dari potongan-potongan tumpeng yang luas dari tiap potongan tumpeng menunjukkan porsi yang dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya. Sebelah kiri bawah tumpeng terdapat gambar cuci tangan menjadi lambang perilaku hidup bersih, paling bawah ada gambar aktivitas fisik, dan sebelah kanan tumpeng ada gambar menimbang menjadi lambang memantau berat badan normal.

Diharapkan dengan pengukuran status gizi anak sekolah dasar, pihak terkait seperti orangtua dan guru memperoleh informasi status gizi siswa-siswi saat ini. Penyuluhan menggunakan media bergambar diharapkan dapat mempermudah anak sekolah dasar menerima materi penyuluhan yang diberikan dan mempraktikan dalam kehidupan sehari hari untuk pencapaian status gizi yang optimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed