oleh

Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sekolah di SDN 30 Manado

Afnal Asrifuddin, SKM, M.Kes
(Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi)

Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani setiap aktivitas. Tanpa kesehatan maka kita tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Orang bijak mengatakan bahwa “ kesehatan bukan segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti”. Pemahaman pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat kadang terbentur oleh paradigma “jika sakit maka berobat”. Paradigma ini bertolak belakang dengan program pemerintah yang selalu mengedepankan langkah pencegahan (preventif) dibandingkan pengobatan (kuratif). Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Jumlah usia sekolah yang cukup besar yaitu 30% dari jumlah penduduk Indonesia merupakan masa keemasan untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga anak sekolah berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Beberapa kegiatan peserta didik dalam menerapkan PHBS di sekolah antara lain jajan di kantin/warung sekolah karena lebih terjamin kebersihannya atau membawa bekal kesekolah untuk menghindari jajan sembarangan; mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun; menggunakan jamban di sekolah serta mengajarkan cara membersihkannya; mengikuti kegiatan olah raga dan aktifitas fisik lainnya yang ada disekolah untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan peserta didik; memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin; tidak merokok; memantau pertumbuhan peserta didik melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan serta membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut dilakukannya kegiatan penyuluhan dan penerapan pelaksanaan PHBS Sekolah kepada siswa yang terdapat di SDN 30 Manado.

Kegiatan ibM pada siswa dilakukan dengan metode penyuluhan mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Penyuluhan dilakukan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 30 Manado Kelas VA dan VB. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang cara Cuci pakai sabun (CTPS), membuang sampah yang benar, sehingga meningkatkan PHBS siswa dan menjaga lingkungan sekolah dari penyakit berbasis Lingkungan. Penyuluhan dilaksanakan 1 kali penyuluhan tentang PHBS kepada 2 kelas yaitu VA dan VB serta melakukan pembagian materi PHBS. Mitra dalam pengabdian ini adalah Sekolah Dasar Negeri 30 Manado, pemilihan sekolah ini karena berada dilokasi yang padat penduduk dengan tingkat ekonomi dan pendidikan yang tidak tinggi. Penyuluhan yang diberikan oleh tim Dosen dengan dibantu Mahasiswa Fakultas Kesehatan Mansyarakat Univeristas Sam Ratulangi. Materi diberikan dengan menampilkan leaflet beserta penyuluhan melalui media video. Materi yang diberikan meliputi: apa itu PHBS, dan bagaiman menjaga kebersihan diri dan lingkungan.dan ternyata hasil dari Post Test yang dilakukan ada peningkatan pengetahuan dari siswa SDN 30 Manado.

Siswa juga diberikan simulasi dan praktek tahapan mencuci tangan pakai sabun berdasarkan teori atau materi yang diberikan. Kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif dari semua pihak, baik pihak sekolah yang diwakili para guru dan kepala sekolah maupun dari pihak siswa. Siswa sangat bersemangat ketika mengikuti materi, mereka juga saling berebutan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Hal tersebut menunjukkan antusiasme siswa yang sangat besar. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar, baik untuk siswa sendiri maupun pihak sekolah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed