oleh

Pogram Kemitraan Masyarakat Penyuluhan HIV/AIDS Pada Siswa SMP Negeri 3 Kawangkoan dan Siswa SMP Negeri 3 Tompaso

dr.Febi Kolibu, MMRS
(Dosen fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi)

Upaya pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dilakukan dengan program SDG’s atau Sustainable Development Goal’s dimana salah satu sasaran dalam SDG’S adalah HIV/AIDS. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus HIV menyerang sistem kekebalan atau sistem imun manusia, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, adanya kehadiran virus ini di dalam tubuh akan menyebabkan kurangnya kekebalan sistem imun.

Jumlah kasus HIV AIDS semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Indonesia tingginya kasus HIV AIDS menggambarkan secara keseluruhan jumlah kasus HIV AIDS di daerah-daerah di Indonesia salah satunya yaitu Sulawesi Utara. Dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS diperlukan komitmen untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan tujuan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap HIV/AIDS dan menurunkan stigma dan diskriminasi di lingkungan masyarakat.

Usia Remaja merupakan usia yang rentang terinfeksi HIV/AIDS. Pemahaman remaja tentang HIV AIDS masih sangat kurang hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah kasus HIV AIDS di kalangan remaja dan kematian remaja karena HIV AIDS. Data Kemenkes sampai triwulan kedua tahun 2016 menunjukkan 2.8 % penderita HIV/AIDS adalah dari kalangan remaja usia 15-19 tahun dan jumlah kasus terbanyak ada pada usia 20-29 tahun.

Upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS dapat dilakukan berbasis sekolah lewat pemberian penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada siswa sekolah. Sebagai salah satu upaya meningkatkan perilaku positif siswa tentang HIV/AIDS maka dilaksanakan penyuluhan tentang HIV/AIDS pada Siswa SMP Negeri 3 Kawangkoan dan Siswa SMP Negeri 3 Tompaso. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk program kemitraan masyarakat dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan media audiovisual yang didahului dengan pemberian pretest dan sesudah penyuluhan dilakukan posttest yang berisikan pertanyaan tentang pengetahuan, sikap dan tindakan siswa terhadap HIV/AIDS.

Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan di SMP Negeri 3 Kawangkoan
Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan dengan menggunakan media audiovisual tentang HIV/AIDS pada siswa SMP Negeri 3 Kawangkoan dan siswa SMP Negeri 3 Tompaso terjadi peningkatan pengetahuan, sikap tentang HIV/AIDS dan terjadi peningkatan tindakan terhadap pencegahan HIV/AIDS.

Gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan tentang HIV/AIDS sebagai berikut.
Sebelum dilakukan penyuluhan siswa di SMP Negeri 3 Kawangkoan yang memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS haya 45.5% dan setelah dilakukan penyuluhan siswa yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 78.8% dan untuk siswa SMP Negeri 3 Tompaso sebelum dilakukan penyuluhan dari 39 siswa, siswa yang memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS hanya 5.1% dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat sebesar 64.1%. Sikap siswa tentang HIV/AIDS pada siswa SMP Negeri 3 Kawangkoan sebelum dilakukan penyuluhan, siswa yang memiliki sikap yang baik hanya 6.1% dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 33.3% untuk siswa SMP Negeri 3 Tompaso siswa yang memiliki sikap yang baik tentang HIV/AIDS sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 5.1% dan sesudah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 12.8%.

Tindakan siswa tentang pencegahan HIV/AIDS baik siswa SMP Negeri 3 Kawangkoan maupun Siswa SMP Negeri 3 Tompaso sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar memiliki tindakan yang baik dan semakin meningkat setelah dilakukan penyuluhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed