oleh

Pertemukan Dalam Hearing, DPRD Bolmong Cari Solusi Terkait Kasus DBD

LOLAK–DPRD Bolmong melalui Komisi III melakukan rapat hearing kepada pihak RSUD Datoe Binangkang terkait adanya dugaan kelalaian sehingga meninggalnya salah seorang anak yang bernama Sani Bawukes asal Desa Lalow akibat penyakit DBD beberapa waktu lalu.

Dimana hearing yang berlangsung di Kantor DPRD Bolmong Selasa (22/1), kemarin adalah tindaklanjut dari pemberitaan sebelumnya.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini harus terjadi. Mungkin jika secepatnya pihak RSUD langsung menangani pasien ini, saya rasa kejadian ini tidak akan terjadi,” kata Wakil Ketua Komisi III Tony Tumbelaka saat rapat hearing tersebut.

Dirinya menegaskan, pihak RSUD harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Agar hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

“Jika cuma sekedar minta maaf saya rasa tidak cukup, karena ini menyangkut nyawa manusia. Tapi kami sangat meminta agar kejadian seperti ini menjadi kejadian yang pertama dan terakhir,” tegas Tumbelaka.

Ibu Nona orang tua korban meyakini jika anaknya cepat di rujuk ke RSUD lain atau cepat ditangani mungkin bisa tertolong.

“Secara manusiawi kami keluarga belum menerima, tapi toh kami pikir anak kami juga tidak akan kembali. Jadi kami ikhlas menerimanya,” katanya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu, Direktur RSUD Datoe Binangkang dr Erman Paputungan mengakui pelayanan merupakan PR bagi pihaknya.

“Kami meminta maaf akan adanya kejadian ini. Kedepanya kami akan sangat memperhatikan hal seperti ini dan menggenjot masalah pelayanan terhadap masyarakat. Karena kami juga kekurangan dokter,” kata Paputungan.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling mengucapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada pihak korban.

“Dengan adanya kasus ini menjadi preseden buruk terhadap dunia kesehatan di Bolmong. Apalagi korban adalah masyarakat,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya mencoba untuk mencari solusi terkait permasalahan ini dengan mempertemukan antara keduabelah pihak dalam forum tersebut.

“Semangat kami seluruh anggota DPRD adalah mencari solusi terkait masalah ini. Untuk itu saya meminta pihak RSUD agar secepatnya memperbaiki pelayanan. Karna saya dengar informasi pada saat itu, dokter yang akan melayani pasien tersebut sedang rapat. Apakah rapat itu tidak bisa ditunda?,” terangnya.

Disatu sisi, Welty menyadari peralatan pihak RSUD Datoe Binangkang kurang memadai. Meski begitu dirinya menekankan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Saya yakin pihak keluarga sudah mengikhalskan kepergian anak mereka. Kami juga mensupport penuh Direktur RSUD agar secepatnya dapat memperbaiki masalah pelayanan ini,” kunci Welty.

Turut hadir dalam rapat hearing tersebut, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, anggota DPRD Evanglin Mahabir, Ferry Rengkuan, dan I Made Suarinta, Tony Tumbelaka, Swempri Rugian, Direktur RSUD Datoe Binangkang dr Erman Paputungan, serta Nona ibu korban. (yrl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed