oleh

Besok PG Pleno, Jabatan Wakil Ketua DPRD Minut

MINUT– Partai Golongan Karya (PG) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dipastikan menggelar rapat pleno penetapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih, untuk menduduki kursi pimpinan DPRD Minut periode 2019-2024.

Ketua DPD II Minut Denny Wowiling saat dikonfirmasi wartawan , Senin (12/8/2019) mengatakan, dari empat nama yang ada DPD II PG, akan disaring tiga nama untuk kemudian dikerucutkan menjadi satu nama yang nantinya menjadi pimpinan DPRD Minut.

Menurut Dewo sapaan akrabnya, penentuan Wakil Ketua DPRD Minut yang merupakan jatah Partai Golkar tentunya harus melewati mekanisme yang sesuai peraturan organisasi Partai Golkar.  Kata dia,  DPD II akan memilih tiga nama dari empat kursi yang dimiliki Golkar di Minut, selanjutnya itu diplenokan, kemudian dimasukkan ke DPD I. Setelah digodok ditingkat Provinsi lalu dibawa ke DPP.

“Kita DPD II akan menggelar Pleno esok terhadap tiga nama yang memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tanggah (AD/ART) Partai Golkar. Semuanya telah diatur dalam sistem yang ada. Yang memutuskan siapa yang paling layak adalah DPP,”tandas bakal calon wakil bupati Minut itu.

Diatanya perihal siapa yang paling berpeluang diantara 4 nama yang ada, seperti Edwin Nelwan, Olivia Mantiri, Joseph Dengah dan Paultje Sundah, dirinya enggan berkomentar terlalu jauh.”Kita lihat saja hasil pleno esok, intinya semua harus sesuai mekanimse Partai.

Sementara itu, Edwin Nelwan yang merupakan salah satu calon yang digadang-gadang paling layak menduduki kursi pimpinan DPRD tersebut menanggapinya dengan logis.

“Tentu sebelumnya terima kasih sekali kalau saya dianggap punya peluang menjadi pimpinan dewan di DPRD Minut. Tapi, sebagai kader partai, tentunya saya menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partai. Partai Golkar adalah partai besar dan penuh dengan kader-kader hebat potensial, sehingga tidak sembarang dalam melakukan penjaringan untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam pemerintahan. Apalagi, mengingat posisi Golkar adalah partai pendukung pemerintah dan mengisi posisi 3 besar lagi dalam pemilu 2019,”ungkap Nelwan.

Ia menambahkan, tentunya setiap jabatan strategis ini harus betul-betul disiapkan agar representatif dan sesuai arah kebijakan nasional. Belum lagi, tahun depan Golkar harus bersiap menyongsong Pilkada serentak 2020. Semuanya ini tentu tak luput menjadi dasar pertimbangan dalam melakukan penjaringan.

“Di Golkar, kami punya mekanisme dan aturan main yang sangat jelas terkait hal ini, sehingga siapapun yang dipilih oleh partai nantinya tentu yang dianggap paling layak dan pantas, sehingga harus kita dukung bersama,”tandas politisi yang dikenal kritis itu. (Ipang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed