oleh

Pemuda se Sulut Dialog Mitigasi Bencana

MANADO–Organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan Lima Nusantara menggelar dialog sosialisasi mitigasi bencana yang bertemakan “Menciptakan Sulut Yang Reaksioner dan Tanggap Terhadap Bencana”. Menghadirkan sejumlah pembicara kegiatan tersebut digelar disalah satu hotel dibilangan jalan Jenderal Sudirman, Manado, Selasa (16/10) malam.

Presidium Lima Nusantara  Fino Mongkau mengatakan maksud kegiatan ini menciptakan Sulut yang reaksioner dan tanggap terhadap bencana. Sosialisasi ini menghadirkan pembicara dari BPBD Sulut Sri Intan Mongkol,akademisi Dr (C) Herling Tangkuman, MSi, anggota Dewan Sulut Yusra Alhasyi, SE. “Pesertanya melibatkan semua elemen mahasiswa, pemuda GMIM, Ansor Sulut dan Garda Totosik Sulut. Mereka ini berkerinduan untuk mendapat pemahaman soal penanganan bencana, “jelasnya.

Sementara salah satu akademisi Herling Tangkuman menjelaskan penanganan bencana itu harus dilaksanakan gotong royong. Mengapa? Karena kita semua ini adalah masyarakat.”Jadi pemahaman budaya baku bantu harus diperkuat. Jika ada saudara kita ada yang kena musibah karena alam marilah kita sama-sama membantu akan persoalan tersebut. Jadi bantuannya bukan hanya uang saja tapi tenaga pun harus kita berikan, “jelasnya.

Untuk kata Tangkuman, masyarakat pun harus diberi pemahaman atau pendidikan soal mengatasi bencana. “Dalam hal ini pemerintah harus tegas kepada warga yang tempat tinggalnya di lokasi rawan bencana. Jangan sudah kejadian baru diberikan pemahaman dan tindakan, “jelasnya.

Anggota DPRD Sulut Yusra Alhabsyi mengatakan, sudah seharusnya pemuda dan mahasiswa terlibat langsung dalam menjaga dan memelihara alam daerah ini dari kerawanan bencana.”Misalnya mahasiswa yang terbiasa dan memiliki kegemaran mendaki gunung, dibuat program menanam pohoh. Hal ini jika setiap mahasiswa di Sulut ini melakukan hal itu, tentu dapat menjamin rawannya daerah kita dari bencana alam. Khususnya Kota Manado yang sudah menjadi langganan bencana, baik banjir maupun ancaman tsunami,”ungkap politisi PKB itu.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulut Sri Intan Mongkol mengaku pihaknya sangat mengapresiasi atas anak-anak muda yang memprakasai kegiatan seperti ini. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi anak muda untuk berperan dalam pencegahan bencana alam.”Sangat disadari bahwa daerah kita ini Sulut masih banyak wilayah yang rawan akan bencana alam, sehingga itu kami dari pemerintah berharap ada peran serta masyarakat,”terangnya.(fjr)

Diketahui pada diskusi ini menghasilkan poin-poin rekomendasi :
1. Penguatan kesadaran menjaga lingkungan berbasis masyarakat dalam rangka pencegahan bencana alam.
2. Pemerintah dan DPRD siap membuat regulasi untuk mengantisipasi bencana.

3. DPRD akan mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan tataruang kota yang ramah lingkungan.

4. Memperbanyak program-program bakti sosial sebagau upaya merawat dan menjaga kelestarian lingkungan
5. Membuat pelatihan tanggap bencana bagi masyarakat rentan bencana alam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed