oleh

Rujukan Ditolak RSUD Bolmut, Warga Buko Melahirkan di Puskesmas Bolangitang Barat

BOLMUT – Pasien bersalin Fatriawati Yahiji (28), warga Desa Buko, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Akhirnya melahirkan di Puskesmas Bolangitang Barat.

Pasalnya, pasien ini dirawat di Puskesmas Buko namun karena kondisi pasien masuk kategori ‘Cito’, maka petugas medis setempat merujuknya ke RSUD Bolmut pada Minggu (22/8/2020) sekitar pukul 19.10 wita. Setibanya di RSUD, pihak rumah sakit belum langsung menangani pasien karena surat rujukan belum diterima pihak RSUD.

Akhirnya, pasien tersebut dibawah kembali oleh petugas medis Puskesmas Buko dengan ambulance mereka menuju Puskesmas Bolangitang Barat untuk meminjam ruangan bersalin.

“Keselamatan ibu dan bayi itu yang paling utama,” Kata salah seorang Bidan dari Puskesmas Buko.

Kemudian, saat diminta keterangan kepada pasien dan keluarganya mengutarakan kekecewaan dan kekesalannya yang mendalam atas kejadian malam itu di depan RSUD Bolmut.

“Petugas medis banyak disitu, jaga kaluar kamari cuma satu-satu orang, kita so bataria disitu minta tolong kua kita so totofore, memang so kapala ini, minta tolong skali. Pokoknya, so macam-macam kita bilang untuk mo dapat tolong. Mar tidak noh,” Ungkap Fatriawati.

Lanjut Fatriawati, dirinya mengharapkan sekali pertolongan walaupun hanya di lakukan didepan rumah sakit.

“Kita riki bilang kalo tidak boleh di dalam diluar sini jojo. Dan kalau memang tidak ba terima-terima rujukan lebih baik nda usah bikin Rumah Sakit. Kalau tidak ada depe guna tutup jo itu Rumah Sakit.
Keluhannya.

Ditambahkan, Muhammad TS Bakari suami dari Fatriawati mengharapkan solusi dari pihak Rumah Sakit namun tidak ada.

“Setidaknya, pihak RSUD berikan solusinya tapi mereka hanya menjauh dan tidak keluar temui kita,” Tuturnya.

Terpisa saat kamai menemui para dokter di RSUD yang berjaga menjelaskan bahwa dalam pelayanan pasien rujukan sudah ada disistem yang mengatur yaitu Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute). Data pasien rujukan dapat langsung dilihat sebelum pasien rujukan tiba di RSUD.

“Di Sisrute tidak masuk dia punya konsul, bagaimana torang mo balas?. Setelah datang, pasien sudah di depan sini apa yang torang mo liat. Jadi, bukan tolak pasien,” Jelasnya.

“Tadi mau di jelaskan, tapi masih dipanggil dokter untuk penjelasan. Kita juga sudah ambil hanskun steril dengan partuset di belakang tapi mereka sudah terlanjur pergi”.

“Karena dorang bilang Cito tapi torang tidak liat surat rujukan apa, torang tidak tau kondisi pasien,” Pungkasnya

Diketahui, pasien tersebut dalam rujukan merupakan pasien kategori ‘Cito’ yang bermakna harus ditangani saat itu juga. Karena penundaan dapat mengancam jiwanya.(Ipul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed