oleh

Gelar Yustisi Bersama Camat Dimembe, Pemdes Wasian Buru Pelanggar Prokes

MINUT- Pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Pemerintah Desa Wasian terus diseriusi.

Terbukti pada Rabu (9/6/2021), Pemdes Wasian dibawah pimpinan Hukum Tua Simon J. kolondam bersama pemerintah kecamatan Dimembe menggelar operasi yustisi penegakkan disiplin protokol kesehatan di jalan raya Sukur-Likupang, tepat depan Balai Desa ‘Pasungkudan’ Wasian Rabu, (9/6/2021).

Yustisi digelar sekira pukul 10.00 Wita melibatkan Kapolsek Dimembe, Danramil dan sejumlah perangkat desa guna memburu pengguna jalan baik pengendara roda dua dan roda empat yang tidak menggunakan masker.

Simon Kolondam Kepala Desa Wasian mengatakan, tujuan dari operasi yustisi guna mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya penggunaan masker agar terhindar dari penyebaran Covid19.

“Masih banyak masyarakat menyepelekan penggunaan masker saat beraktifitas. Terbukti saat yustisi banyak warga terjaring tidak menggunakan masker. Untuk itu yustisi guna memberikan edukasi pada masyarakat pentingnya pakai masker menjaga kesehatan diri, ” ujarnya.

Bagi pelanggar yang terjaring saat operasi yustisi diberikan bimbingan dan arahan oleh Danramil Dimembe Peltu Alexander Budiman selanjutnya sangsi berupa push-up. Bagi pelanggar diberikan masker yang sudah dipersiapkan pemdes.

“Pemberian sanksi diterapkan bagi pelanggar yang tidak memakai masker agar masyarakat paham dan sadar makna protokol kesehatan,” tegas Budiman didampingi Kapolsek Iptu Fadhly.

Sementara Camat Dimembe Ansye Dengah, Sos disela-sela operasi yustisi berharap dengan adanya kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat ditengah pandemi.

“Ini merupakan antisipasi dan upaya nyata agar memutus penyebaran pandemi Covid19 yang tengah berlangsung. Mari kita terapkan pola hidup sehat, ikuti anjuran pemerintah terkait memutuskan mata rantai penyebaran virus covid-19,” Ujarnya.

Sebelum giat yustisi, Hukum Tua Wasian bersama Camat Dimembe Serahkan Masker dan Hand Sanitizer serta Vitamin pada 12 Kepala jaga dan akan diserahkan ke masyarat masing masing jaga.

“Bantuan yang disalurkan secara simbolis kepada Kepala jaga nantinya akan diserahkan ke masyarakat. Kalau diserahkan langsung ke masyarakat nantinya terjadi penumpukan warga di Balai desa,” Pungkas Ansye.

(David)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed