oleh

Lapor Ke MA, Tipikor PHRI Juga Minta KPK Audit Kekayaan Kumtua HK

MINUT- Dugaan kasus ijazah palsu sebagaimana yang di sangka Tipikor PHRI kepada Hukum Tua Pinenek berisial HK saat ini memasuki babak baru. Pasalnya, Tipikor PHRI melalui kuasa hukum Christian Hendro Silow SH.MH telah membawa laporan tersebut di Kajaksaan Agung (MA), bahkan laporannya mengalir hingga ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengaudit kekayaan HK yang diduga tak setimpal dengan penghasilannya sebagai Hukum Tua (Kumtua).

“Pihak Kejati Sulut melalui Pidsus sangat lambat merespon surat yang disampaikan oleh PHRI dan warga Pinenek atas nama Ronny Dombo Rumambi sehingga masalah ini kami bawah ke Kejagung dan KPK,” ujar Silow kepada wartawan, Kamis 3 Maret 2022.

Saat ini, pihaknya sementara melakukan upaya hukum dengan berkoordinasi dengan beberapa lembaga dan instansi peradilan lainnya termasuk kementerian terkait masalah ijasah guna mendapat keadilan hukum bagi para pelapor.

“Tidak menutup kemungkinan bahwa apabila ternyata ada indikasi terjadinya kekeliruan, penyimpangan, penyelewengan, manipulasi, pemalsuan serta rekayasa, maka kasus ini akan bergulir di meja hijau,” tambahnya.

Ditambahkan Dewan Pimpinan Provinsi Perkumpulan Investigator Telusur Tindak Pidana Korupsi dan Perlindungan Hak Rakyat Indonesia (PHRI) Sulut, Jevran De Young jika laporan ini sudah ditindaklanjutinya berdasarkan surat kuasa khusus nomor 007HCS-Non.Lit/LP/08/2022 tanggal 8 Februari 2022.

“Kami akan terus menseriusi laporan dugaan ijazah palsu HK. Dan akan kami buktikan bahwa PHRI tak main- main, ” Tegas De Young.

(Vid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed