oleh

Bandara Sam Ratulangi Rutin Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat

-MANADO-450 views
  • MANADO –  Sekira pukul 17:00 sore tadi asap hitam muncul dari Bandara Sam Ratulangi. Rupanya, hal tersebut diakibatkan oleh Pesawat Motoling Airline tipe ATR 72-500 yang mengalami hard landing setelah sebelumnya swing ke arah kiri. Sebelumnya sekitar pukul 16:30 petugas tower mendapat informasi  dari pilot bahwa pesawat mengalami gangguan pada engine nomor 1 yang mengakibatkan pesawat kesulitan mengubah arah. Kondisi pesawat makin kritis karena bahan bakar yang tersisa hanya untuk 1 jam di udara. Dari informasi tersebut petugas tower lalu menginformasikan kepada petugas watchroom dan kemudian melakukan prosedur siaga II.

Seluruh personil dan kendaraan Pemadam Kebakaran Bandara Sam Ratulangi langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Dalam proses evakuasi dan penanganan accident, tercatat 8 korban selamat, 2 luka sedang, dan 7 luka berat. Begitulah skenario yang dibuat saat latihan penanggulangan keadaan darurat berupa crash accident pesawat.

“Ini adalah latihan uji coba dokumen rencana  penanggulangan keadaan darurat yang kami lakukan secara periodik dan melibatkan anggota komite bandara,” ungkap Minggus Gandeguai General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado pada Senin (23/10).

Latihan skala kecil itu melibatkan 81 personil lintas instansi yang masuk dalam komite bandara, diantaranya Airnav, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Kepolisian Bandara.

“Ini adalah kedua kalinya kami laksanakan latihan selama tahun 2017 ini. Harapan kami, dengan adanya latihan seperti ini dapat meningkatkan dan menguji keterampilan personil dan kendaraan. Semua harus dipastikan siap dan terampil untuk mengantisipasi keadaan darurat,” ujar Minggus.

Lanjut, dikatakan Minggus sebelum melakukan kegiatan ini, sudah beberapa kalo dilaksanakan table top dimana skenario alur komunikasi dimainkan melalui simulasi dengan gambar dan miniatur kendaraan.

“Jadi tidak ada gladi yang dilaksanakan, semua latihan hanya di atas meja melalui simulasi table top. Harapannya, kami jadi lebih bisa menguji segala bentuk komunikasi, koordinasi, dan komando saat terjadi keadaan darurat,” jelas Minggus.

Adapun respond time kegiatan latihan hari ini yaitu 1 menit 33 detik. Ini masih masuk kriteria karena tidak lebih dari 3 menit. Disinggung mengenai berapa penerbangan yg terdampak latihan tersebut, Minggus menyampaikan tidak ada penerbangan yg terdampak dikarenakan persiapan dan pemberitahuan yang telah dilaksanakan sebelum hari latihan kepada instansi-instansi terkait. (HUMAS MDC/Vil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed