oleh

Sambangi Kemendagri, Bupati Pertahankan Hak Kabupaten Bolmong

-BOLMONG-281 views
Foto: Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow. (ist)

LOLAK–Selasa 27 Februari 2018 (hari ini, red) Pemkab Bolmong bakal menyambangi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Dimana kunjungan yang dipimpin lansung Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow terkait, penyelesaian pengalokasian pemanfaatan dana bagi hasil (DBH) dari eksplorasi tambang Emas PT J Resources Bolmong yang menjadi hak daerah penghasil yakni Kabupaten Bolmong.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Infomatika (Diskominfo) Bolmong Parman Ginano, penyelesaian masalah royalti PT JRBM ikut didampingi Wakil Bupati Yanny Tuuk, Asisten I Derek Panmbunan, Asisten II Yhuda Rantung, Bagian Hukum, Bagian Tapem, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-SP).

”Kabupaten Bolmong sudah menerima undangan dari Kemendagri dan jadwal agendanya akan berlangsung besok. Sementara untuk Bolmong diturunkan full team. Karena bupati akan memperjuangkan hak dari Bolmong, sebagai daerah penghasil,” katanya.

Parman membeberkan, rapat penyelesaian permasalahan terkait pengalokasian pemanfaatan DBH PT JRBM ini sudah diagendakan sejak Desember 2017 akan tetapi Bupati Kabupaten Bolsel tidak hadir.

”Rapat ini sudah langsung menjadi rapat keputusan atas hak daerah atas apa yang sudah di putuskan sebelumnya yang ditandatangani Sekjen Kemendagri atas nama Menteri dan tidak bisa dibatalkan oleh surat Kepala Biro atas nama Sekjen,” tegas Parman.

Sebelumnya, Bupati Yasti secara tegas tetap mempertahankan apa yang menjadi hak daerah atas bagian hasil produksi eksplorasi tambang Emas yang di kelola PT JRBM melalui dana DBH Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus ditetapkan pemerintah pusat.

“Saya siap memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat Bolmong itu. Bahkan darah sekalipun. Saya pertaruhkan untuk memperjuangkan ini,” tegas

Yasti menegaskan, ada yang sengaja mengambil apa yang menjadi hak daerah Kabupaten Bolmong dengan cara yang tidak sesuai, dan sudah merugikan daerah. Karena sejak dilantik 22 Mei 2017 lalu dirinya langsung menelusuri DBH PNBP dari PT JRBM.

“DBH PNBP dari PT JRBM untuk Kabupaten Bolmong sebagai daerah penghasil itu sangat jelas. Sesuai surat yang ditandatangani Sekjen Kementerian ESDM, M Teguh Pamujdi atas nama Menteri ESDM, dengan nomor 5266/84/SJN.K/2017 tertanggal 7 Juli 2017 yakni sebesar Rp 28 miliar lebih. Sementara untuk, Bolsel sebagai daerah tetangga hanya mendapatan Rp 5 Miliar lebih. Begitu juga daerah tetangga lainnya seperti Boltim dan Kotamobagu juga dapat DBH sebagai daerah tetangga.” ungkapnya.

“ Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan melalui Dirjen Perimbangan Keuangan untuk penyaluran dana dimaksud. Tapi tiba-tiba ada yang main belakang. Diam-diam ada yang mengurus DBH PT JRBM di Kementerian ESDM tetapi hanya ke pejabat level bawah.” tambahnya.

Bupati menerangkan, SK tertanggal 7 November yang ditandatangani Kepala Biro Keuangan atas nama Sekjen, untuk meralat surat sebelumnya, sehingga Bolmong hanya ditetapkan sebagai daerah tetangga dengan DBH sekira Rp 5 MiIiar lebih.

”Inikan aneh. Tiba-tiba ada perubahan surat untuk meralat surat yang sudah terbit sebelumnya.” terangnya.

Yasti membeberkan, persoalan ini menjadi fokus utamanya setelah Dia resmi dilantik sebagai Bupati Bolmong dalam hal untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang memang masih rendah.

”Memang persoalan ini, sebelum saya mejadi Bupati Bolmong, ini sudah sering saya petanyakan, atas apa yang menjadi hak daerah Bolmong atas peroelahan dana bagi hasil PT JRBM ini. Karena memang wilayah ini jelas-jelas ada di Bolmong tepatnya di Kecamatan Lolayan.” beber Yasti.

“Semenjak PT JRBM hadir di Bolmong, semua surat-suratnya dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Bolmong. Bukan pemerintah Kabupaten Bolsel. Tapi hasilnya selalu masuk di Bolsel. Saya sudah curiga dari awal. Pasti ada yang tidak benar,” kuncinya.(yrl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed