oleh

Badan Keuangan Minut Gelar Bintek FMIS SIMDA Next Generation

MINUT- Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Minahasa Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan FMIS (Financial Management Information Sytem) penatausahaan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun anggaran 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss Belhotel Maleosan Manado dibuka langsung oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang dihadiri Kepala perwakilan BPKP Sulut Beligan Sembiring, Sekda Minut Rivino Dondokambey, tim narasumber BPKP perwakilan Sulut dan Minut, para Assisten, Staf Ahli serta Kepala SKPD jajaran Pemkab Minut.

Bupati Joune Ganda mengatakan kegiatan ini sesuai amanat perundang- undangan yang berlaku untuk mewujudkan tata kelola keuangan pemerintahan yang baik pada proses penganggaran dan perencanaan yang transparan serta akuntabel.

” Hal ini mengharuskan pemkab minut terutama kepala perangkat daerah, tim anggaran pemerintah daerah serta pejabat fungsional perencanaan anggaran mampu berkomitmen melaksanakan penatausahaan dan pengelolaan APBD Tahun 2022, ” Ujar JG sapaan akrab Bupati Minut di sela pembukaan Bintek FMIS, Senin (24/1/2022).

Joune Ganda juga berpesan kepada para peserta bimtek serius dalam setiap mengikuti materi-materi yang disampaikan para tim narasumber dari BPKP Sulut agar pemanfaatan FMIS berjalan sesuai aturan dan tepat waktu dalam menjalankan program kegiatan perangkat daerah.

” Pesan saya kepada para peserta supaya  mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab, jika ada yang belum jelas, belum dapat dimengerti jangan ragu untuk bertanya kepada nara sumber. Akhir kata semua OPD harus menyelesaikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dihari penutup kegiatan ini,” pesan Bupati JG.

Dalam laporan Kepala Badan (Kaban) Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Petrus Defni Macarau SE MM mengatakan jika, peserta diharapkan langsung bisa melakukan penginputan data selama proses bimtek ini berlangsung.

“Hasil dari kegiatan ini, diharapakan peserta mampu dan memahami keuangan berbasis Elektronik secara bulanan, semesteran, dan tahunan. Mampu mempertanggung jawabkan keuangan daerah secara elektronik, yang paling sedikit berbasis Statistik,” pungkasnya.

(Advetorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed